Tampilkan postingan dengan label bikin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bikin. Tampilkan semua postingan
Minggu, 02 Maret 2014
Penyakit yang bikin orang jadi sangat jenius
Saat tubuh anda bertumbuh dan berkembang, pikiran belajar untuk mengenal dan menyaring berbagai macam objek dan informasi. Proses ini disebut dengan Latent Inhibition ato disingkat dengan LI (Indonesia: Inhibisi Laten).Dalam beberapa kasus, manusia mempunyai kepekaan berlebih terhadap berbagai kondisi lingkungan, seperti bunyi-bunyian di dalam dan di kamar anda, nomor seri telepon genggam di meja anda, atau merek dan tanggal produksi lampu di kamar anda. Kelainan ini disebut dengan Low Latent Inhibition atau LLI.
Tanda-tanda orang yang mengidap LLI:
1. Lebih peka terhadap informasi di sekitar anda:
Anda melihat lebih banyak, mendengar lebih banyak, lebih bau dan merasa lebih melalui kontak sentuhan. Tanpa upaya sadar, pikiran Anda memiliki sebuah asupan yang lebih luas informasi.Setelah menghadapi segala bentuk rangsangan (yang menarik bagi Anda), pikiran Anda secara otomatis dismantles dan mengeksplorasi komponen-komponennya. Jadi anda dapat mendapatkan informasi tentang sesuatu yang pada terlewatkan oleh orang normal
2 .Dapat mengetahui kebohongan seseorang:
Anda biasanya mampu melihat kebohongan dan penipuan yang digunakan orang dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mampu belajar dengan cepat:
Ketika belajar, Anda dapat membuat perubahan seketika. Anda dapat mempraktekkan pelajaran yang baru saja anda serap, dan mampu membuat koneksi atau asosiasi antara 2 hal atau lebih yang biasanya pada orang normal, tampak seperti tidak berhubungan sama sekali. Mudah memahami penjelasan. Anda melihat informasi latar belakang non-verbal dan ini sering memberikan gambaran yang lebih komprehensif daripada apa yang diucapkan.
4. There is no talking voice in your head:Anda berpikir secara jernih dengan pikiran sadar anda.
Informasi tenggelam sepenuhnya dalam pikiran sadar anda tanpa pengaruh pikiran bawa sadar.
5. Sulit untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran:
Karena pikiran anda sangat teliti dan mendetail tentang hal-hal yang dianggap sepele oleh orang lain, maka anda akan sulit untuk menjelaskannya secara verbal kepada orang lain.
6. Orang lain terlihat bodoh dan membosankan dengan penjelasannya:
Anda akan merasa sebal dan geregetan bila mendengarkan penjelasan orang normal karena dalam pikiran anda, orang tersebut menjelaskan tentang sesuatu yang anda anggap seharusnya sudah dijelaskan beberapa jam sebelumnya. Jadi ibarat, seseorang berbicara masih sampai di poin A, sedangkan pikiran anda sudah mencapai poin P (dalam alfabet).
7. Ilmu pengetahuan adalah sumber ketenangan:
Anda dapat menemukan ketenangan dan ketenteraman dalam mempelajari berbagai hal yang berbau sains.
Orang yang mengidap LLI beresiko mengalami keterbelakangan mental bila orang tersebut tidak memiliki IQ yang cukup untuk memproses segala informasi yang dia dapatkan dari lingkungan sekitarnya.
Sedangkan pengidap LLI yang memiliki IQ tinggi akan menjadi seseorang yang biasa kita sebut jenius.
bagaimana dengan beberapa tanda tadi ? apa ada pada diri anda ? Apakah anda merasa mengidap LLI? Sayangnya itu tidak mungkin, karena pengidap LLI tidak akan menyadari kalo dirinya mengidap LLI. Karena mendiagnosa diri sendiri terhadap LLI tidak dapat dilakukan karena mereka menganggap orang lain juga melihat apa yang dilihat dirinya. Bahkan dalam beberapa kondisi tetap tidak terdiagnosis.
Ingat, kemungkinan LLI saja sudah kecil apalagi LLI+Jenius, jarang sekali ditemukan.

Senin, 10 Februari 2014
15 Foto yang Bikin Tersenyum
Bila memotret dengan sudut pandang berbeda, kadangkala mengtinjauankan gambar yang tak lazim. Malah terkadang, memiliki cerita tersendiri yang rasanya, tak mungkin di dunia nyata.
Tapi, itulah fotografi, bisa mengtinjauankan ilusi optik seolah nyata.Lihat saja foto-foto berikut ini.














sumber
Orignal From: 15 Foto yang Bikin Tersenyum
Selasa, 17 Desember 2013
Stress Berat Bikin Otak Menyusut
Stress pada tingkat paling ringan bisa memacu daya kreatif seseorang. Namun, menjadi bahaya bila stress dibiarkan terus hingga akut.

Sudah banyak penelitian menyoal dampak buruk stress berat. Bisa memicu hipertensi serta akibat lainnya. Yang paling mengerikan, otak pun bisa menyusut.
Berikut beberapa hal yang terjadi di otak ketika seseorang mengalami stres untuk jangka panjang, seperti dilansir Buzzle
Berikut beberapa hal yang terjadi di otak ketika seseorang mengalami stres untuk jangka panjang, seperti dilansir Buzzle
1. Kerusakan sel otak
Saat stres, otak melepaskan hormon glukokortikoid yang secara bertahap melemahkan sel-sel otak dan akhirnya membunuh sel-sel tersebut. Adrenalin pun dilepaskan selama stres, yang membuat orang merasa gelisah dan bingung. Ketika adrenalin ini tidak dikeluarkan, dapat mengakibatkan kelebihan produksi glukokortikoid.
2. Melemahkan memori
Peningkatan glukokortikoid yang berkepanjangan dapat melemahkan memori, dengan membuat ujung saraf sulit terhubung dengan sel otak baru.
Kondisi ini juga membuat semakin sulit untuk mengirimkan informasi bolak-balik, sehingga menyebabkan kehilangan memori jangka pendek. Ini adalah salah satu alasan yang menginduksi terjadinya demensia dan Alzheimer pada manusia.
Saat stres, otak melepaskan hormon glukokortikoid yang secara bertahap melemahkan sel-sel otak dan akhirnya membunuh sel-sel tersebut. Adrenalin pun dilepaskan selama stres, yang membuat orang merasa gelisah dan bingung. Ketika adrenalin ini tidak dikeluarkan, dapat mengakibatkan kelebihan produksi glukokortikoid.
2. Melemahkan memori
Peningkatan glukokortikoid yang berkepanjangan dapat melemahkan memori, dengan membuat ujung saraf sulit terhubung dengan sel otak baru.
Kondisi ini juga membuat semakin sulit untuk mengirimkan informasi bolak-balik, sehingga menyebabkan kehilangan memori jangka pendek. Ini adalah salah satu alasan yang menginduksi terjadinya demensia dan Alzheimer pada manusia.

3. Otak menyusut
Stres dapat menyebabkan wilayah hippocampus menyusut selama beberapa waktu. Kondisi ini lebih sering terlihat pada korban trauma dan kekerasan. Dengan menyusutnya otak, membuat sulit bagi orang untuk fokus dan mengingat fakta-fakta. Hal ini juga mempengaruhi keterampilan motorik dan membuat orang sulit merencanakan sesuatu.
4. Menjepit saraf
Stres secara drastis dapat mengurangi sirkulasi darah di otak, sehingga meningkatkan kemungkinan menderita stroke. Saraf dan pembuluh darah mulai menyusut atau menjepit bersama-sama, menghalangi pasokan darah, oksigen dan nutrisi ke otak, menunda kemampuan otak untuk menyembuhkan dirinya sendiri lebih cepat.
5. Penyebab depresi
Stres sangat mempengaruhi pelepasan endorfin atau hormon yang membuat orang merasa bahagia. Hal ini dapat menyebabkan depresi, di mana individu kehilangan harapan dan menemukan segala sesuatu menjadi sangat sulit baginya.
Alasan kedua, stres menyebabkan tingkat kortisol meningkat di otak, yang mempengaruhi metabolisme secara keseluruhan, sehingga membuat orang depresi cenderung tidak aktif dan kelesuan.
Stres dapat menyebabkan wilayah hippocampus menyusut selama beberapa waktu. Kondisi ini lebih sering terlihat pada korban trauma dan kekerasan. Dengan menyusutnya otak, membuat sulit bagi orang untuk fokus dan mengingat fakta-fakta. Hal ini juga mempengaruhi keterampilan motorik dan membuat orang sulit merencanakan sesuatu.
4. Menjepit saraf
Stres secara drastis dapat mengurangi sirkulasi darah di otak, sehingga meningkatkan kemungkinan menderita stroke. Saraf dan pembuluh darah mulai menyusut atau menjepit bersama-sama, menghalangi pasokan darah, oksigen dan nutrisi ke otak, menunda kemampuan otak untuk menyembuhkan dirinya sendiri lebih cepat.
5. Penyebab depresi
Stres sangat mempengaruhi pelepasan endorfin atau hormon yang membuat orang merasa bahagia. Hal ini dapat menyebabkan depresi, di mana individu kehilangan harapan dan menemukan segala sesuatu menjadi sangat sulit baginya.
Alasan kedua, stres menyebabkan tingkat kortisol meningkat di otak, yang mempengaruhi metabolisme secara keseluruhan, sehingga membuat orang depresi cenderung tidak aktif dan kelesuan.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)