Tampilkan postingan dengan label terhadap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terhadap. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2013

Efek Redenominasi terhadap bangsa Indonesia


Saat ini sedang santer-santernya berita akan Redenominasi Rupiah, misalnya Rp.1000, menjadi Rp.1. Tapi tahukah anda apa efek dari Redenominasi angka 1000 menjadi 1 dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air kita?

Nama salah seorang penyair legenda kita Bapak Chairil Anwar mungkin akan semakin tak terkenal oleh generasi kita, karena tak ada lagi kata-kata "Aku mau hidup 1000 tahun lagi" karena telah berganti menjadi: "Aku mau hidup 1 tahun lagi".

Orang tua akan semakin susah menidurkan anaknya yang terbiasa membacakan dongeng sebelum tidur karena tak ada lagi dongeng "Kisah 1001 malam", kini telah berganti "kisah 1 malam 10 menit", yang akhirnya tinggal memutarkan lagu "Cinta Satu Malam" akibat bahan dongeng sudah habis cuma 1 malam.

Rasa terima kasih akan semakin sedikit nilainya, karena tak ada lagi ucapan "Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih" kini menjadi "Saya mengucapkan bersatu-satu terima kasaih" atau cukup mengatakan "Saya mengucapkan satu-satunya terima kasih"

Semangat bangsa kita akan semakin kendor karena ungkapan "Mati satu tumbuh seribu" berubah menjadi "Mati nol koma nol nol satu tumbuh satu". Udah susah nyebutnya, yang tumbuh cuma satu, cappe dech...

Bangsa ini akan kehilangan banyak pulau karena kepulauan 1000 kini menjadi kepulauan 1(hilang 999 pulau).

Teman- teman di tanah Batak akan susah mengenali lagi marganya karena marga Pasaribu, Pangaribuan menjadi Pasasatu, dan Pangasatuan.


Hanya satu yang menjadi dampak positif dari Redenominasi ini, yaitu:
Para pencuri di negeri ini akan mudah tertangkap, karena: *Saat orang berteriak maling, ia mengambil langkah satu, bukan lagi langkah seribu. Jadi ketangkap deh...


Demikian analisa ini dibuat, dan sekiranya ada yang tidak berkenan, saya mengucapkan bersatu-satu permohonan maaf.
Read More..

Selasa, 03 Desember 2013

Sikap Positif Terhadap Pancasila Lengkap

Sikap Positif Terhadap Pancasila - Pancasila adalah dasar negara bangsa Indonesia. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila tidak mempunyai sifat tertutup (statis) terhadap berbagai perubahan atau pemikiran-pemikiran yang baru. Pancasila bersifat terbuka (dinamis) yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan baik zaman ataupun pemikiran dengan kata lain Pancasila memiliki keluwesan yang memungkinkan menerima perkembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan dengan dirinya, tanpa menghilangkan hakikat atau jati diri yang terkandung dalam nlai-nilai dasar Pancasila.

Pancasila

Dan Pancasila memiliki ideologi terbuka. Mungkin diantara pembaca ada yang sedang mencari contoh sikap positif atau makalah sikap positif kepada Pancasila dalam kehidupan politik. Pancasila sendiri berasal dari kata Panca dan Sila  yang artinya lima dasar. Dan oleh sebab itu pula, Pancasila terdiri atas lima sila, yakni masing-masing isinya adalah :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 

Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Dapat Ditemukan Dalam Pergaulan Hidup Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara


Tampilan sikap positif terhadap sila pertama antara lain :
  1. Selalu menghormati orang yang sedang melaksanakan ibadah
  2. Memberikan kebebasan orang lain memeluk agama dan keyakinan
  3. Tidak menghina pemeluk agama dan keyakinan orang lain
  4. Tidak melakukan penistaan agama
  5. Toleransi dalam kehidupan beragama

Tampilan sikap positif terhadap sila kedua antara lain :
  1. Mengakui dan menghargai keberadaan orang lain
  2. Menghargai harkat dan martabat manusia yang sederajat
  3. Keluhuran budi, sopan santun dan susila
  4. Tata pergaulan dunia yang universal, ini sesuai dengan nilai kesetaraan artinya setiap manusia memiliki kesejajaran, tanpa membedakan suku, ras dan agama

Tampilan sikap positif terhadap sila ketiga antara lain : 
  1. Saling ketergantungan satu sama lain, tolong menolong, bekerja sama dengan orang demi kesejahteraan bersama
  2. Menunjukan kehidupan kebangsaan yang bebas dan tidak memaksakan kehendak
  3. Cinta tanah air dan bangsa,menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan,tidak melakukan pemborosan,tidak merusak lingkungan,tidak menggelapkan barang negara,ikut uasaha pembelaan negara sesuai profesi masing-masing
  4. Pengakuan dan kebersamaan dalam keberagaman,tidak memaksakan agama lain,merasa senasib sepenanggungan
  5. Keseimbangan antara kepentingan pribadi dan golongan,kerjakeras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga orang lain

Tampilan sikap positif terhadap sila keempat antar lain : 
  1. Kedaulatan rakyat dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
  2. Hikmah kebijaksanaan melalui pikiran yang sehat
  3. Tanggung jawab berdasarkan hati nurani,ikhlas dan amanah menjadi pejabat,pelayan publik
  4. Mufakat atas kehendak rakyat bersama
  5. Asas kekeluargaan dalam musyawarah,selalu musyawarah dalam menyelesaikan masalah,mengutamakan kepentingan bersama

Tampilan sikap positif terhadap sila kelima antara lain : 

  1. Perlakuan yang adil dalam berbagai kehidupan/tidak diskriminasi
  2. Kemakmuran masyarakat yang berkeadilan
  3. Keseimbangan yang adil dalam antara kehidupan pribadi dan masyarakat
  4. Keseimbangan yang adil antara kebutuhan jasmani dan rohani,materiil dan spiritual

Nilai-nilai dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka terbagi atas 3, yakni :

1. Nilai Dasar
Adalah esensi dari sila Pancasila yang memiliki sifat universal sehingga dalam nilai dasar terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar.


2. Nilai Instrumental
Merupakan nila Pnacasila yang berarti makna, kebijakan, strategi, dan sasaran, serta lembaga pelaksanaannya.


3. Nilai Praktis
Ideologi selain memiliki aspek mengenai cita-cita, pemikiran, serta nilai-nilai yang dianggap baik juga harus memiliki norma yang jelas karena sebauah ideologi harus mampu direalisasikan di dalam kehidupan praktis yang merupakan bukti konkret.

Sikap positif terhadap Pancasila adalah nilai yang harus kita tanamkan dan terapkan sebagai warga negara Indonesia. Jika tidak, niscaya kemiskinan karakter di Indonesia semakin merajalela. Pancasila bukan hanya sebagai ideologi semata, melainkan pedoman hidup yang menjadi inspirasi kita untuk bersikap positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Read More..

Senin, 25 November 2013

Pengaruh Naungan Terhadap Prapika




Siapa yang tidak mengenal tanaman Paprika? Tanaman ini menghasilkan buah seperti cabe hanya saja berukuran besar, gemuk dengan rasa manis-manis agak pedas yang seringkali dipakai untuk makanan siap saji seperti Pizza, atau yang lainnya. Meskipun sudah banyak dikenal, namun tidak semua petani mau membudidayakannya. Bukan apa-apa, namun karena paprika itu sendiri tergolong ke dalam sayuran oriental dimana memiliki karakteristik antara lain : unik, harganya tinggi, disukai oleh kalangan tertentu terutama menengah atas sehingga tingkat permintaannya pun sedikit namun kontinyu. Artinya meskipun petani mampu menghasilkan paprika namun bila pemasarannya tidak terjamin akan percuma saja.


Tabel 1.
Pengaruh Jenis Bahan Naungan terhadap Hasil dan Kualitas Buah Cabai Paprika, Lembang 1988

Perlakuan
Bobot buah per tan (gr)
Diameter buah (cm)
Panjang Buah (cm)
Kandungan air buah saat panen
(%)
Kandungan gula total buah saat panen (%)
A
B
C
D
E
93,00
537.50
222.25
242.50
80.25
3.00
6.90
4.98
4.90
3.88
4.50
10.45
6.93
7.12
4.48
87.39
91.29
91.36
92.74
84.83
3.88
5.35
4.60
4.20
4.25
CD (%)
9.97
8.75
9.32
1.29
4.80
Membudidayakan paprika memang hampir sama dengan tanaman cabe namun karena produk yang dihasilkan ditujukan untuk segmen kalangan menengah ke atas, telah menuntut produk tersebut agar selalu berkualitas dan memenuhi standar yang ketat. Untuk itu, tidaklah mengherankan bila pengusahaannya pun harus memperhatikan semua aspek yang mempengaruhi keberhasilan budidaya.

Adanya gugur bunga, gugur buah maupun daun haruslah dicegah sedemikian rupa sehingga tanaman paprika dapat berbuah secara optimal. Hal tersebut biasa terjadi hanya jika tanaman paprika berada dalam lingkungan yang kurang menguntungkan seperti kelembaban relatif rendah, temperatur tinggi, dan disertai intensitas cahaya matahari yang tinggi. Dengan kondisi lingkungan yang kurang mendukung tersebut mengakibatkan transpirasi dan evaporasi pada tanaman yang tinggi (berlebihan) dan kekurangan air dalam tanaman meskipun tanaman mendapat suplai air yang mencukupi.

Tanaman paprika membutuhkan kondisi khusus agar tumbuh dengan baik. Salah satunya adalah menghendaki kisaran suhu optimum 21 o C – 25 o C untuk pertum-buhan dan perkem-bangannya dan 18,3 – 26,7 o C untuk pembuahannya. Di luar itu, maka pertumbuhan paprika akan terganggu. Selain itu, tanaman paprika termasuk tanaman yang tidak tahan terhadap intensitas cahaya yang tinggi, akibatnya bila ditanam pada kondisi yang intensitasnya tinggi menyebabkan hasil akhir bobot buah cabai paprika akan sangat rendah.

Sebenarnya tidak akan menjadi masalah apabila penanaman paprika dilakukan dalam green house yang notabene kondisi iklim mikronya mudah dikontrol, namun mengingat pembuatan green house menelan biaya yang tidak sedikit, maka tidak sedikit petani kita yang mengusahakannya di lahan terbuka. Pengusahaan paprika di alam terbuka tentu saja membawa dampak kurang bagus pada produksinya karena intensitas cahaya dan suhu tidak sesuai yang diinginkan. Untuk mengatasi hal tersebut maka dalam pembudidayaannya harus diusahakan agar agroklimatnya terpenuhi dengan menggunakan sumber daya yang ada dan lebih terjangkau. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan naungan. Pemberian naungan itu sendiri ditenggarai dapat mengurangi intensitas cahaya matahari serta mengurangi kekurangan air akibat proses evapotranspirasi yang tinggi. Masalahnya adalah naungan seperti apa yang cocok dan bagus bagi tanaman paprika.

Berkaitan dengan hal itu, sebuah penelitian telah dilakukan oleh Etty sumiati, Subhan dan Nunung Kartika staff peneliti Balai Penelitian Hortikultura lembang untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis naungan terhadap hasil dan kualitas cabe paprika hibrida. Penelitian yang dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Hortikultura Lembang di dilakukan pada bulan Februari Juli tahun 1988 menggunakan varietas Beauty. Naungan yang diuji ada 4 macam yaitu naungan berupa tanaman hidup (dalam hal ini tanaman jagung), daun rumput alang-alang, jerami serta plastik bening.

Tanaman jagung merupakan tanaman yang dapat tumbuh cepat serta tidak membutuhkan pemeliharaan khusus. Dengan penampilan daun yang lebar dan tanaman yang tinggi, sangat baik untuk menjadi naungan hidup bagi tanaman lain. Penanaman jagung dilakukan dengan jarak tanam 25 cm x 100 cm, paprika dapat ditanam diantara tanaman jagung tersebut.

Daun rumput alang-alang sudah seringkita kenal sebagai gulma, namun dia juga dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. Sedangkan plastik selain digunakan untuk keperluan rumah tangga maupun industri, juga sering digunakan sebagai naungan tanaman terutama untuk green house.

Tabel 2.
Pengaruh Jenis Bahan Naungan terhadap Suhu, pH dan, Kelembaban Relatif dan Kandungan air Tanah , Lembang 1988

Perlakuan
Temperatur Tanah (oC)
pH tanah
Kelembaban Relatif (%)
Kandungan air tanah
(%)
A
B
C
D
E
27.04 a
26.05 b
25.04 c
24.04 d
25.04 c
6.57 b
6.38 c
6.38 c
6.38 c
6.63 a
50.50 e
67.50 c
68.00 b
68.75 a
56.25 d
36.84 ab
35.57 b
36.37 b
36.25 ab
37.15 b
CD (%)
9.97
8.75
9.32
4.80
Dengan Naungan lebih Baik
Pentingnya peran naungan yang digunakan tanaman paprika terlihat nyata pada hasil pengamatan yang didasarkan kandungan khlorofil di daunnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kandungan klorofil pada tanaman paprika yang dinaungi baik oleh tanaman jagung, alang-alang, jerami padi maupun dengan plastik. Adanya naungan tersebut, secara langsung akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang berlebihan. Artinya, naungan dari bahan apapun mampu menjadi pereduksi intensitas cahaya matahari yang datang langsung pada tanaman paprika yang notabene tidak tahan terhadap intensitas cahaya yang tinggi. Intensitas cahaya yang terlalu berlebihan tersebut juga akan mengganggu perkembangan sel-sel klorofil yang mengakibatkan kandungan klorofil menurun.

Selain mengurangi intensitas cahaya, penggunaan naungan pada tanaman paprika ternyata dapat menurunkan suhu, dan pH tanah (Tabel 2). Hal ini penting karena bila suhu tanah terlalu tinggi, selain dapat mempe-ngaruhi penurunan laju fotosintesis, translokasi dan akumulasi fotosintat dari organ sumber ke organ penerima, juga dapat meningkatkan laju respirasi sel yang pada akhirnya akan mengurangi produksi netto fotosintesis. Penurunan pH akibat dari penggunaan naungan dapat membuat iklim agroklimat optimum bagi tanaman paprika.

Dengan didukung oleh kondisi agroklimat yang optimal seperti kelembaban relatif yang tinggi, temperatur yang rendah, nilai pH optimum, serta intensitas cahaya yang rendah sebagai akibat pemberian naungan, menyebabkan tanaman paprika menjadi berkecukupan air, berkurangnya gugur bunga dan buah, serta produktivitas dan kualitas buah paprika (yang dilihat dari bobot buah, diameter buah, panjang buah, kandungan air buah dan kandungan gula total) menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan naungan. Dari beberapa naungan yang digunakan, nampak bahwa penggunaan plastik memberikan hasil yang paling baik , sehingga wajar apabila plastik paling banyak digunakan green house untuk penanaman cabe paprika baik secara hidroponik maupun konvensional.
Read More..