Tampilkan postingan dengan label anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anda. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Maret 2014
Tujuh Mitos Seks Paling Konyol yang Perlu Anda Ketahui
SEMENJAK muda, ada banyak hal yang kerap dibicarakan orang perihal seks. Ada yang kita dengar dari teman atau kita lihat dari media. Seks adalah topik yang tidak pernah ada akhirnya untuk dibicarakan.
Namun, informasi palsu tentang seks juga ada di mana-mana sekarang. Jika Anda memiliki keraguan dan mempertanyakan mana yang benar, berikut beberapa mitos beserta fakta tentang seks yang kerap kita dengar.
1. Ukuran, lebih besar lebih baik
Apakah Anda merasa intensitas kepuasan Anda bergantung pada ukuran organnya? Salah. Hanya sekitar 4 sentimeter atau seperempat saluran vagina mengandung syaraf sensorik untuk rasa gairah dan orgasme. Jadi, mengapa buang waktu mencoba untuk merangsang dua pertiga internal saluran vagina? Fokuskan perhatian Anda pada hal-hal yang lebih penting.
2. Afrodisiak alami bisa menambah libido
Makanan afrodisiak seperti tiram dan stroberi bisa menambah gairah Anda? Nyatanya itu hanyalah efek plasebo. Misalkan saja, jika Anda percaya tiram dan cokelat bisa merangsang secara seksual, Anda akan sangat mungkin menjadi terangsang setelah mengonsumsinya mereka. Afrodisiak tidak memiliki pengaruh yang dapat dibuktikan terhadap libido.
3. Pria lebih sering berpikir seks daripada perempuan
Perempuan juga memikirkan seks seperti pria. Ketika Anda berusia 18 tahun dengan hormon yang bergejolak, ada kemungkinan Anda mungkin akan tidur, makan, dan bermimpi tentang seks. Setelah usia tertentu, dorongan seksual laki-laki dan perempuan memang akan menurun. Ini juga tidak berarti bahwa hanya pria yang lebih berani untuk seks, perempuan juga.
4. Perempuan tidak suka pornografi
Tidak semua perempuan itu melankolis ingin kelopak mawar di tempat tidur mereka. Dan tidak semua perempuan ingin bercinta dengan kelembutan. Dan yang lebih seru, perempuan nyatanya menikmati pornografi dan memiliki fantasi seks juga.
5. Anda tidak akan hamil jika berhubungan seks saat menstruasi
Salah! Nyatanya sperma dapat tetap hidup dalam diri Anda selama beberapa hari, terutama jika Anda memiliki siklus pendek.
6. Perempuan harus mengalami orgasme, jika tidak, ia tidak normal
Ini benar-benar mitos. Beberapa perempuan sebenarnya mengalami orgasme dan tidak tahu tentang hal itu. Pada beberapa perempuan, otot panggul memang tidak berkontraksi banyak. Jadi, jika merasa belum maraih orgasme, jangan panik. Anda masih sangat normal.
7. Setiap wanita memiliki G-spot
Ya, memang benar setiap perempuan memiliki G-spot, tapi tidak setiap G spot adalah zona sensitif seksual. Jadi jika Anda tengah berusaha mencari G spot, jangan membuang-buang waktu. Fokus saja pada zona erotis lainnya.
Namun, informasi palsu tentang seks juga ada di mana-mana sekarang. Jika Anda memiliki keraguan dan mempertanyakan mana yang benar, berikut beberapa mitos beserta fakta tentang seks yang kerap kita dengar.
1. Ukuran, lebih besar lebih baik
Apakah Anda merasa intensitas kepuasan Anda bergantung pada ukuran organnya? Salah. Hanya sekitar 4 sentimeter atau seperempat saluran vagina mengandung syaraf sensorik untuk rasa gairah dan orgasme. Jadi, mengapa buang waktu mencoba untuk merangsang dua pertiga internal saluran vagina? Fokuskan perhatian Anda pada hal-hal yang lebih penting.
2. Afrodisiak alami bisa menambah libido
Makanan afrodisiak seperti tiram dan stroberi bisa menambah gairah Anda? Nyatanya itu hanyalah efek plasebo. Misalkan saja, jika Anda percaya tiram dan cokelat bisa merangsang secara seksual, Anda akan sangat mungkin menjadi terangsang setelah mengonsumsinya mereka. Afrodisiak tidak memiliki pengaruh yang dapat dibuktikan terhadap libido.
3. Pria lebih sering berpikir seks daripada perempuan
Perempuan juga memikirkan seks seperti pria. Ketika Anda berusia 18 tahun dengan hormon yang bergejolak, ada kemungkinan Anda mungkin akan tidur, makan, dan bermimpi tentang seks. Setelah usia tertentu, dorongan seksual laki-laki dan perempuan memang akan menurun. Ini juga tidak berarti bahwa hanya pria yang lebih berani untuk seks, perempuan juga.
4. Perempuan tidak suka pornografi
Tidak semua perempuan itu melankolis ingin kelopak mawar di tempat tidur mereka. Dan tidak semua perempuan ingin bercinta dengan kelembutan. Dan yang lebih seru, perempuan nyatanya menikmati pornografi dan memiliki fantasi seks juga.
5. Anda tidak akan hamil jika berhubungan seks saat menstruasi
Salah! Nyatanya sperma dapat tetap hidup dalam diri Anda selama beberapa hari, terutama jika Anda memiliki siklus pendek.
6. Perempuan harus mengalami orgasme, jika tidak, ia tidak normal
Ini benar-benar mitos. Beberapa perempuan sebenarnya mengalami orgasme dan tidak tahu tentang hal itu. Pada beberapa perempuan, otot panggul memang tidak berkontraksi banyak. Jadi, jika merasa belum maraih orgasme, jangan panik. Anda masih sangat normal.
7. Setiap wanita memiliki G-spot
Ya, memang benar setiap perempuan memiliki G-spot, tapi tidak setiap G spot adalah zona sensitif seksual. Jadi jika Anda tengah berusaha mencari G spot, jangan membuang-buang waktu. Fokus saja pada zona erotis lainnya.
sumber
Orignal From: Tujuh Mitos Seks Paling Konyol yang Perlu Anda Ketahui
Rabu, 27 November 2013
Cara mengetahui kebohongan pasangan Anda
Salah satu sarana
ampuh
mempertahankan
hubungan cinta adalah menjalin komunikasi yang lancar,
komunikasi yang jujur.
Masalahnya, mengapa orang takut berkata jujur? Orang berbohong karena orang merasa tidak nyaman jika mengatakan kebenaran. Jika berbohong, kata Dr
Jackie Black dalam bukunya berjudul Meeting Your Match: Cracking The Code to Successful Relationship, laki-laki akan
menjadi tidak setegas biasanya. Jika menghadapi pertanyaan langsung, laki- laki akan mengelak atau menjawab "tidak tahu". Untuk mengetahui apakah pasangan Anda berbohong atau tidak, Anda tidak perlu mesin poligraf. Anda hanya cukup memperhatikan gerak- geriknya.
*Menyentuh hidung
Salah satu gelagat paling kelihatan ketika orang berbohong adalah sering menyentuh hidungnya. Gatal? Mungkin ya. Tapi mungkin juga tidak jika dihadapkan pada konteks pembicaraan serius. Sekalipun menyentuh hidung tidak bisa dibilang secara tegas dan pasti bahwa itu adalah bahasa kebohongan, gerakan menyentuh hidung secara tak sadar itu bisa menjadi indikasi langsung bahwa orang tak siap berkata apa adanya. Pada titik ini Anda bisa belajar dari pengalaman dan kebiasaan orang yang berkata tidak benar dan jujur. Saat itu, tanpa sadar dan tanpa sengaja, mereka akan menyentuh hidungnya.
*Gaya bicara
Orang yang tidak berbohong biasanya langsung menjawab pertanyaan Anda. Anda tanya itu, dia akan jawab itu. Sederhana saja. Tapi perhatikan perubahan gaya bicaranya. Jika dia berbohong, gaya bicaranya akan berubah. Yang dulunya sederhana, kini berubah rumit. Kompleks. Kalimatnya menjadi sangat panjang, bertele-tele, sering tak menyentuh isi dan tak menjawab pertanyaan. Bisa jadi diksinya dipaksa rumit dan terkesan "wah", intelektual dan berisi. Padahal logikanya sering kusut. Tak nyambung. Antara satu hal dan hal lain tak saling berkaitan. Semacam ada lompatan yang patah. Sekalipun poin ini pun tak bisa dipersiskan sebagai tanda bahwa orang pasti berbohong, kejelian tetap saja dibutuhkan untuk memegang ekor kesalahan logika (berpikir maupun berbahasa).
*Kelakuan yang berbeda dari biasanya Tanda lain yang bisa Anda pegang dari orang yang tak berkata jujur adalah kelakuan yang berbeda. Lain dari biasanya. Anda harus ingat bahwa kelakuan atau tindakan berhubungan dengan pikirannya. Kalau dia tak ingin Anda tahu apa yang terjadi sebenarnya, gerakannya pasti mendukung. Ada beberapa gerakan atau kelakuan yang bisa Anda perhatikan, antara lain, menggosok leher atau mata, menutupi mulut ketika berbicara, menggaruk- garuk kepala atau memegang telinga, dan menggerakkan leher tapi tak sesuai dengan kalimatnya sendiri. Menggosok mata, misalnya. Dalam ilmu psikologi, gerakan itu bisa menjadi representasi dari penolakannya, bentuk pengalihan emosinya. Demikian pun menutup mulut. Apalagi setelah berbicara, orang itu cepat-cepat menutup mulut dan sedikit kaget. Itu satu tanda yang jelas. Atau juga menggaruk-garukan kepala. Coba Anda perhatikan baik-baik kelakuannya. Kalau dia berkata jujur dan benar, dia tak perlu menggarukkan kepalanya. Menggaruk kepala punya hubungan erat dengan mekanisme perlindungan diri. Semacam tindakan untuk mengalihkan perhatian dan pembicaraan orang lain. Demikian juga dengan gerakan menggosok leher. Gerakan itu bisa merupakan bentuk pengalihan emosinya.
*Jeda dan kesalahan bicara
Ini terjadi disebabkan ketidaksiapan berbohong. Orang yang tidak siap berbohong akan gelagapan, gagap atau terbata-bata dalam mengantisipasi pernyataan atau konfirmasi, bahkan salah menjawab atau berbicara. Jeda yang terlalu panjang dalam pembicaraan pun bisa menjadi indikator.
Itu artinya orang itu berpikir panjang bagaimana mesti mengatakan sesuatu. Meskipun elemen ini juga tidak bisa dijadikan patokan pasti, elemen ini tetap saja perlu diperhatikan dalam dialog atau upaya menyingkap kebenaran. Untuk itu, Anda tetap harus mengetahui perilaku dasar orang itu, mempelajari pola bicara, bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Cermati kapan perubahannya. Karena itu, sebisa mungkin hindari komunikasi via SMS, telepon atau email. Tanpa berhadapan langsung, Anda akan sulit mengamati perubahan yang terjadi. Itu berarti Anda juga akan sulit tahu apakah dia berbohong atau tidak.
*Bertolak belakang
Seseorang yang suka berkata tak jujur kemungkinan besar sangat benci yang namanya detail atau rincian. Orang itu lebih suka berbicara hal-hal umum. Mengapa? Karena hal-hal yang detail akan menyulitkannya untuk mengatakan maksudnya. Mengatakan secara detail sama dengan membongkar kebohongannya. Dan itu biasanya dihindari. Kalau pun dia mencoba bermain dengan hal-hal yang rinci, pasti ada yang tak nyambung. Karena itu, kalau Anda ingin tahu apakah dia berbohong atau tidak, ajak dia bermain dengan hal-hal kecil dan rinci. Kalau dia mulai sulit dan tak bisa runut dengan jelas, kemungkinan besar dia sudah membohongi Anda. Apalagi kalau dia marah ketika Anda menyoal hal-hal itu. Atau dia menghindar. Itu indikator yang jelas.
*Rona wajah
Kalau Anda berbicara dengan seseorang, perhatikan rona wajahnya. Kalau rona wajahnya tidak berubah seperti sebelumnya, Anda masih bisa percaya pada orang itu. Tapi ketika Anda menyentil sesuatu dan rona wajahnya tiba-tiba berubah, sekalipun dia mangatakan "tidak", dia sedang menyembunyikan sesuatu. Atau juga dia kaget dan kemudian takut kalau- kalau Anda mengetahui maksudnya. Jika sudah demikian, Anda akan dengan mudah memancingnya untuk mengatakan yang sebenarnya. Pandanglah matanya dan perhatikan rona wajahnya. Ingat, pembohong yang hebat pun pasti tak mampu mengendalikan gerak spontan otot-otot wajah bagian atas. Otot wajah bagian atas itu bereaksi sangat cepat sesuai dengan emosi.
ampuh
mempertahankan
hubungan cinta adalah menjalin komunikasi yang lancar,
komunikasi yang jujur.
Masalahnya, mengapa orang takut berkata jujur? Orang berbohong karena orang merasa tidak nyaman jika mengatakan kebenaran. Jika berbohong, kata Dr
Jackie Black dalam bukunya berjudul Meeting Your Match: Cracking The Code to Successful Relationship, laki-laki akan
menjadi tidak setegas biasanya. Jika menghadapi pertanyaan langsung, laki- laki akan mengelak atau menjawab "tidak tahu". Untuk mengetahui apakah pasangan Anda berbohong atau tidak, Anda tidak perlu mesin poligraf. Anda hanya cukup memperhatikan gerak- geriknya.
*Menyentuh hidung
Salah satu gelagat paling kelihatan ketika orang berbohong adalah sering menyentuh hidungnya. Gatal? Mungkin ya. Tapi mungkin juga tidak jika dihadapkan pada konteks pembicaraan serius. Sekalipun menyentuh hidung tidak bisa dibilang secara tegas dan pasti bahwa itu adalah bahasa kebohongan, gerakan menyentuh hidung secara tak sadar itu bisa menjadi indikasi langsung bahwa orang tak siap berkata apa adanya. Pada titik ini Anda bisa belajar dari pengalaman dan kebiasaan orang yang berkata tidak benar dan jujur. Saat itu, tanpa sadar dan tanpa sengaja, mereka akan menyentuh hidungnya.
*Gaya bicara
Orang yang tidak berbohong biasanya langsung menjawab pertanyaan Anda. Anda tanya itu, dia akan jawab itu. Sederhana saja. Tapi perhatikan perubahan gaya bicaranya. Jika dia berbohong, gaya bicaranya akan berubah. Yang dulunya sederhana, kini berubah rumit. Kompleks. Kalimatnya menjadi sangat panjang, bertele-tele, sering tak menyentuh isi dan tak menjawab pertanyaan. Bisa jadi diksinya dipaksa rumit dan terkesan "wah", intelektual dan berisi. Padahal logikanya sering kusut. Tak nyambung. Antara satu hal dan hal lain tak saling berkaitan. Semacam ada lompatan yang patah. Sekalipun poin ini pun tak bisa dipersiskan sebagai tanda bahwa orang pasti berbohong, kejelian tetap saja dibutuhkan untuk memegang ekor kesalahan logika (berpikir maupun berbahasa).
*Kelakuan yang berbeda dari biasanya Tanda lain yang bisa Anda pegang dari orang yang tak berkata jujur adalah kelakuan yang berbeda. Lain dari biasanya. Anda harus ingat bahwa kelakuan atau tindakan berhubungan dengan pikirannya. Kalau dia tak ingin Anda tahu apa yang terjadi sebenarnya, gerakannya pasti mendukung. Ada beberapa gerakan atau kelakuan yang bisa Anda perhatikan, antara lain, menggosok leher atau mata, menutupi mulut ketika berbicara, menggaruk- garuk kepala atau memegang telinga, dan menggerakkan leher tapi tak sesuai dengan kalimatnya sendiri. Menggosok mata, misalnya. Dalam ilmu psikologi, gerakan itu bisa menjadi representasi dari penolakannya, bentuk pengalihan emosinya. Demikian pun menutup mulut. Apalagi setelah berbicara, orang itu cepat-cepat menutup mulut dan sedikit kaget. Itu satu tanda yang jelas. Atau juga menggaruk-garukan kepala. Coba Anda perhatikan baik-baik kelakuannya. Kalau dia berkata jujur dan benar, dia tak perlu menggarukkan kepalanya. Menggaruk kepala punya hubungan erat dengan mekanisme perlindungan diri. Semacam tindakan untuk mengalihkan perhatian dan pembicaraan orang lain. Demikian juga dengan gerakan menggosok leher. Gerakan itu bisa merupakan bentuk pengalihan emosinya.
*Jeda dan kesalahan bicara
Ini terjadi disebabkan ketidaksiapan berbohong. Orang yang tidak siap berbohong akan gelagapan, gagap atau terbata-bata dalam mengantisipasi pernyataan atau konfirmasi, bahkan salah menjawab atau berbicara. Jeda yang terlalu panjang dalam pembicaraan pun bisa menjadi indikator.
Itu artinya orang itu berpikir panjang bagaimana mesti mengatakan sesuatu. Meskipun elemen ini juga tidak bisa dijadikan patokan pasti, elemen ini tetap saja perlu diperhatikan dalam dialog atau upaya menyingkap kebenaran. Untuk itu, Anda tetap harus mengetahui perilaku dasar orang itu, mempelajari pola bicara, bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Cermati kapan perubahannya. Karena itu, sebisa mungkin hindari komunikasi via SMS, telepon atau email. Tanpa berhadapan langsung, Anda akan sulit mengamati perubahan yang terjadi. Itu berarti Anda juga akan sulit tahu apakah dia berbohong atau tidak.
*Bertolak belakang
Seseorang yang suka berkata tak jujur kemungkinan besar sangat benci yang namanya detail atau rincian. Orang itu lebih suka berbicara hal-hal umum. Mengapa? Karena hal-hal yang detail akan menyulitkannya untuk mengatakan maksudnya. Mengatakan secara detail sama dengan membongkar kebohongannya. Dan itu biasanya dihindari. Kalau pun dia mencoba bermain dengan hal-hal yang rinci, pasti ada yang tak nyambung. Karena itu, kalau Anda ingin tahu apakah dia berbohong atau tidak, ajak dia bermain dengan hal-hal kecil dan rinci. Kalau dia mulai sulit dan tak bisa runut dengan jelas, kemungkinan besar dia sudah membohongi Anda. Apalagi kalau dia marah ketika Anda menyoal hal-hal itu. Atau dia menghindar. Itu indikator yang jelas.
*Rona wajah
Kalau Anda berbicara dengan seseorang, perhatikan rona wajahnya. Kalau rona wajahnya tidak berubah seperti sebelumnya, Anda masih bisa percaya pada orang itu. Tapi ketika Anda menyentil sesuatu dan rona wajahnya tiba-tiba berubah, sekalipun dia mangatakan "tidak", dia sedang menyembunyikan sesuatu. Atau juga dia kaget dan kemudian takut kalau- kalau Anda mengetahui maksudnya. Jika sudah demikian, Anda akan dengan mudah memancingnya untuk mengatakan yang sebenarnya. Pandanglah matanya dan perhatikan rona wajahnya. Ingat, pembohong yang hebat pun pasti tak mampu mengendalikan gerak spontan otot-otot wajah bagian atas. Otot wajah bagian atas itu bereaksi sangat cepat sesuai dengan emosi.
Kamis, 21 November 2013
7 Makanan Yang Membuat Anda Awet Muda dan Wajah Berseri
Banyak produk-produk kosmetik yang mengklaim mampu melawan tanda-tanda penuaan. Namun dengan rajin mengosumsi tujuh makanan ini Anda bisa nampak cantik dan muda lebih lama. Banyak produk-produk kosmetik yang mengklaim mampu melawan tanda-tanda penuaan. Tapi semahal dan sehebat apapun krim yang Anda gunakan, hasilnya tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan perawatan dari dalam.
Mau awet muda makan lah makanan dari bahan-bahan berikut ini
Dilansir dari Aolhealth, mengonsumsi 7 makanan berikut ini akan membuat kulit Anda nampak cantik dan muda lebih lama.1. Biji-bijianBiji dan kacang-kacangan seperti almond, biji buah labu atau biji bunga matahari kaya akan vitamin E yang baik untuk kulit. Seperti diketahui, vitamin E adalah senjata ampuh melawan faktor-faktor penyebab penuaan dini seperti radikal bebas juga polusi. Kekurangan vitamin E menyebabkan tekstur kulit kasar, kering dan kusam.2. Jus Acerola
Buah sejenis ceri ini mengandung vitamin C 3000 kali lebih banyak dari jus jeruk. Wanita yang rajin mengasup vitamin C akan memiliki kulit yang bercahaya dan minim kerutan, seperti dilaporkan The American Journal of Clinical Nutrition.3. Kombinasi Semangka dan Tomat
Buah berwarna oranye dan merah seperti semangka dan tomat kaya akan beta-karoten dan lycopene, yang membantu meningkatkan perlindungan kulit terhadap pengaruh buruk sinar ultraviolet. Dalam sebuah penelitian di Perancis, kombinasi semangka dan tomat mampu meningkatkan ketahanan kulit terhadap faktor luar yang merusak hingga 20 persen.4. Kulit Mentimun
Kulit mentimun mengandung silika yang bermanfaat membuat kulit kenyal dan mencegah berkurangnya kolagen dari kulit, sehingga menunda timbulnya keriput lebih lama. Konsumsilah kulit mentimun minimal 5 miligram per hari, atau setara dengan kulit satu buah mentimun.5. Parutan Kulit Jeruk
Buah dari klan citrus seperti lemon, jeruk nipis, jeruk oranye dan grapefruit mengandung d-limonene, sejenis anti oksidan yang dipercaya mengurangi resiko kanker kulit. Menurut Iman Hakim, M.D. dari Fakultas Kesehatan Publik Universitas Arizona, mengonsumsi sedikitnya 1 sendok teh parutan kulit jeruk mengurangi risiko kanker kulit hingga 30 persen. Gunakan alat pemarut untuk mengikis kulit terluar jeruk (bukan bagian berwarna putih yang rasanya pahit), gunakan sebagai taburan untuk salad, smoothies atau jus.6. Brokoli
Sayuran hijau ini memiliki kandungan sulforaphane yang meningkatkan aktifitas pembentukan enzim yang bertugas melindungi sel kulit dari radias sinar ultraviolet. Brokoli juga dipercaya sebagai makanan pencegah kanker. Paul Talalay, M.D. dari Universitas John Hopkins menyarankan untuk mengkonsumsi brokoli yang dikukus setengah matang sebagai makan malam.7. Ikat Trout
Lotion atau krim berfungsi mencegah kulit kering dan bersisik dari luar, sementara lemak tak jenuh atau lemak sehat diperlukan tubuh untuk ‘melumasi’kulit agar tetap lembap dan terhidrasi dari dalam. Ikat trout mengandung banyak eicosapentaenoic acid (EPA) — asam lemak tak jenuh omega 3 yang menstimulasi perbaikan sel-sel kulit.
Langganan:
Postingan (Atom)